Friday, 6 October 2017

SEGO JAGUNG GORENG : Kuliner Lokal Rasa Internasional

09:40 19 Comments
Sego goreng jagung

Bagi sebagian orang dari negeri kita, makan sego (nasi) goreng pasti sudah sangat biasa. Makan nasi jagung mungkin juga sudah biasa. 
Namun kalo digabung menjadi nasi jagung goreng, mungkin banyak yang belum biasa.
Betul?

Nah, bagi yang belum biasa. Baik belum bisa menemukan atau bahkan belum biasa memakannya. Kenalan dulu yuks.
Ini dia penampakannya :
Sego Jagung Goreng

Mungkin tampilannya dan bahan-bahannya emang asli lokal. Tapi bagi saya ini sudah termasuk menu internasional (saking enaknya). Dan cocok dengan lidah lokal saya. 

Jujur, daripada makan makanan berkeju-keju ria. Saya lebih memilih nasi jagung goreng ini sebagai menu makan saya. 
Biarpun dikata "ndesoo". Tapi insyaallah ngaminin doa mas tukul lah ya. Biar ndeso (orang desa) yang penting rejeki kota. Aamiin 😁

Sego jagung goreng atau terkadang dibolak balik namanya menjadi Sego goreng jagung ini adalah nasi jagung yang cara memasaknya digoreng seperti kalau kita membuat nasi goreng buat sarapan.
Cuman karena bahan utamanya asli dari jagung, maka harus digiling dulu menjadi nasi jagung hingga lembut sehingga mudah untuk di makan. Meski sepertinya mudah. Namun sebenarnya nasi jagung ini mulai jarang di temukan alias sudah langka. Padahal cerita orang jaman dahulu, justru nasi jagung inilah makanan paling istimewa pengganti beras bagi mereka.

Bumbunya pun sama dengan nasi goreng biasa. Cuma yang istimewa adalah ungker2 lombok ijonya.
Ungker-ungker lombok ijo (cabe hijau) ini adalah cabe yang digongso. Alias digoreng tanpa minyak.
Sensasi pedasnya. Hmmm luar biasa.
Terutama untuk kaum pecinta pedas seperti saya. Hihihi

Untuk lauk, ada bermacam-macam yang sudah tersedia. Diantaranya :
1. Peda
2. Pepes ikan
Pepes pindang

3. Pindang balur tepung
Pindang tepung Sego Jagung

4. Sate kerang/ayam/ati
Sate kerang

5. Rempeyek
6. Nasi Gudangan/ urap
Gudhangan alias urap

7. Rendang jengkol
Rendang jengkol


Tak hanya itu. Nasi ini juga disajikan lengkap dengan toping telur dadar, kerupuk, irisan kubis dan ungker2 lombok hijaunya.

Selain digoreng, nasi jagung ini juga bisa disajikan tanpa digoreng. Melainkan cukup di tambahi gudhangan/urap (bahasa jawa). Yaitu campuran sayuran yang biasanya berisikan kecambah, sayur hijau, kacang panjang dan parutan kelapa yang sudah dibumbui dengan bawang putih, kencur, garam, cabai, terasi dan daun jeruk.

Untuk harganya sendiri antara Rp10.000-12.000/porsi. Dan dijual hanya di malam hari. Di salah satu stand di alun-alun kota Purwodadi. Atau disekitar depan hotel Kencana (komplek ruko Jl.S.Parman Purwodadi)

Gimana? Berminat? Ke Purwodadi dulu yuk. Nanti aku traktir deh sepuasnya.

Salam.

Sekolah pertama untuk Dhafin : Tips mencari sekolah untuk anak usia 3tahun

02:10 2 Comments
TipsMencariSekolah1

Jaman sekarang mungkin sedang tren nya menyekolahkan anak sejak dini. Tak terhitung sudah ada banyak sekolah pra TK yang menjamur di sekitar kita. Gak hanya untuk anak yang baru berusia3 tahun, bahkan ada juga yang usianya 2tahun sudah mulai "bersekolah".

Fenomena tentang menyekolahkan anak usia dini ini sempat jadi pro kontra. Tapi ya namanya orang punya alasan pribadi kan ya.
Dan kalaupun pada akhirnya aku menyekolahkan anak ku di usia dini (3 tahun 4 bulan) tepatnya, ini bukan karena latah ikut2an tren ya.
Tetapi sebenarnya *pasang muka sedih* ada cerita di balik itu semua.

Dhafinku sejak kecil adalah anak yg sangat aktif. Bukan hanya aktif bergerak. Namun entah kenapa dan darimana dia selalu saja (sengaja atau tidak sengaja tangan) mungilnya itu suka usil.

Tak hanya suka mencubit seperti layaknya orang yang gemas melihat sesuatu. Tapi juga kadang suka mendorong teman2nya sampai jatuh.

Dasar emaknya nih hormon worry nya kelebihan. Melihat gelagat lelaki kecilku itu jadi kepikiran untuk menyekolahkan Dhaff untuk kepentingan sosialisasinya.

Pada prinsipnya cuman satu. Cuman ingin mengajarinya untuk bersosialisasi dengan orang dan lingkungan di sekitarnya. Itu saja.

Setelah ngomong dari hati ke hati dengan pak suami. Akhirnya ijin menyekolahkan dhafin pun kukantongi.
Berbekal ijin itu pula aku keliling di beberapa sekolahan paud.
Ada 3 sekolah yang kudatangi pagi itu.
Dari masing-masing sekolah aku catat kebaikan dan kelebihannya.

Dan akan kujabarkan menjadi beberapa tips tentang mencari sekolah untuk anak usia dini
Diantaranya:
Tipsmenyekolahkananakusia3tahun

1. Kenali kebutuhan anak
Dalam hal ini, sama seperti yang kutahu tentang kebutuhan Dhafinku. Aku mencari PAUD yang eksklusif. Eksklusif ini dalam artian yang tidak banyak murid satu kelasnya. Dan minimal ada 2 guru yang menghandle.
Kenapa? Karna waktu di sekolah yang pertama kukunjungi aku melihat satu kelas yg penuh. Dan dihandle cuman 1 guru. Disana setiap kali ada anak yang nangis/ bertengkar yang lainnya jadi ikutan ribut deh. Hehehe.
Aku menyadari kekurangan anakku sehingga aku tau bahwa kebutuhan anakku akan perhatian khusus itu yang aku jadikan acuan pertama

2. Lihat cara tenaga pengajar atau pengelolanya menyambut kita
Di terima dengan wajah yang ta enak tentu membuat kita eneg kan ya. Dan darisitu bisa dilihat bagaimana cara pelayanan kepada anak kita di kemudian harinya. 
Memiliki tenaga oengajar yang ramah dan komunikatif tentu akan membantu dan memudahkan kita mendapatkan sekolah sesuai dengan yg kita inginkan.

3. Periksa area bermainnya
Satu kejadian kecil yang mengingatkanku untuk waspada dalam hal ini adalah saat dimana ketika dhafin mencoba naik ke suatu permainan di sekolah yg kukunjungi. Dan menangis dengan keras ketika aku sedang berkeliling melihat lokasi ruang kelas.
Kamipun segera bergegas. Ternyata dhaff sedang naik ke atas prosotan yang tingginya jauh sekali diatas jangkauan Dhaff. Mungkin kalau naik dia memang suka ya. Tapi ketika turun entah kenapa dia bisa setakut itu.
Tapi justru tangisannya tersebutlah yang membuatku mantap untu k tidak jadi menyekolahkan Dhaff di tempat itu.

4. Lihat kurikulum atau program2 yang dimiliki sekolah tersebut tiap tahunnya. Karena tujuanku menyekolahkan Dhafin "hanya" untuk kebutuhan sosialisasinya. Maka aku mencari materi PAUD yg tidak memberatkannya. Juga program-program dimana orangtua diperbolehkan untuk terlibat langsung di dalamnya. Sehingga bisa melihat langsung sejauh mana kemajuan Dhafin

5. Minta kelonggaran waktu beberapa hari untuk masa trial nya.
Kebetulan sudah ada beberapa PAUD yang memiliki program ini. Yaitu masa percobaan untuk bersekolah disitu selama 1/3 hari dengan biaya sesuai penitipan.

Nah, setelah cek dan ricek akhirnya aku mendapatkan satu sekolah yang sesuai dengan keinginanku.
Yaitu sekolah dengan jumlah muridnya yg hanya 6 org waktu itu dan di handle oleh 2guru sekaligus.
Ruangan kelas ber Ac untuk dhaff ku yg aktif dan penuh biang keringat.
Dan yang utama dan hampir terlewat, arena bermainnya yg indoor, dengan perosotan yang aman karena tidak begitu jauh dengan tinggi badan Dhafin serta adanya guru/pengawas khusus di bagian playground.
Pixabay.com

Dan alhamdulillah biayanya pun masih standar seperti sekolah-sekolah lainnya.

Itulah pertimbanganku untuk (akhirnya) menyekolahkan Dhafin untuk yg pertama kalinya. Yang kali ini aku tulis untuk menjawab satu tema #arisanbloggandjelrel yang diusung oleh dua orang mommy hebat yang penuh talenta. Yang pertama adalah mba Maritaningtyas. Sukak banget ngepoin blog beliau yang isinya parenting. Gaya bahasa, tampilan blog serta isinya yang penuh manfaat selalu bikin betah loh.
Pun blog milik mba Dini Rahmawati juga penuh inspirasi. Beliau punya jiwa seni dan sastra yang tinggi. Terlibat berbagai macam kegiatan sosial dan teater di daerah asalnya, Temanggung menjadikan mba dini sosok yang rendah hati dan sastrawati habis pokoknya. Yang penasaran langsung klik aja ya blognya. 

Nah buat mba marita, mba dini dan kalian semua adakah yg putranya sekolah di usia dini juga? Boleh banget kalau mau komentar disini ya. Terimakasih.

Salam.



Thursday, 5 October 2017

Cegah Iritasi kulit dengan Lactacyd Baby

09:09 4 Comments
Tips cegah iritasi

"Mah... perih nih" kata Dhafin anakku sembari menggaruk-garuk kulitnya sepulang bermain. 
"Tadi gatal. Sekarang perih Mah" imbuhnya lagi.
Segera kuperiksa apa yang ada dibalik punggungnya. Ternyata ada beberapa bekas cakaran kuku Dhafin menutupi kulit kering berwarna agak putih yang ada disekitar belakang punggungnya itu. Karna di garuk semaunya, kulit di tempat cakaran itu tampak memerah.

Tak hanya sekali dua kali. Dhaf juga sering mengeluhkan biang keringat yang muncul di dahinya. Gatal katanya.

"Hmmm, yang sabar ya nak" cuman itu yang bisa kulakukan untuk menghiburnya sembari mengelus2 rambutnya sesekali. Sedih juga menemukan beberapa keluhan kulit Dhaff yang ternyata terindikasi iritasi ini.

Sebelum aku curhat bagaimana cara mengatasinya di kemudian hari, simak sebentar dulu tentang apa dan bagaimana iritasi kulit ini ya Moms.

Iritasi kulit adalah masalah kulit yang dapat disebakan karena udara terlalu lembab atau karena kulit bersentuhan langsung dengan bahan kimia.

Adapun Gejala Iritasi Kulit itu diantaranya adalah :
1.    Kulit Kemerahan
Jika kulit dibagian tubuh berubah menjadi kemerahan, nah hal itu merupakan gejala awal terjadinya iritasi kulit. 
2.    Gatal-Gatal 
Terkadang ketika kita sudah beraktivitas dan mengeluarkan keringat berlebih kulit jadi gatal. Ini lah yang bisa meneyebabkan terjadinya biang keringat pada anak. Karena kulit sedang kotor disebabkan oleh keringat.
3.    Kulit Kering
Gejala yang mungkin sering terjadi juga yaitu dibagian kulit tubuh menjadi sedikit kering.
4.    Bersisik atau Radang
Setelah mengalami kulit kering biasa kulit terkadang bersisik menyerupai peradangan pada kulit atau dengan kata lain kulit menjadi kasar dan kering.
5.  Ruam dan Pecah-Pecah
Ruam dan pecah-pecah ini biasanya kalau pada bayi disebabkan oleh penggunaan popok yang tidak tepat. Sehingga menyebabkan area sekitar pantat bayi tampak memerah.

Jenis-jenis iritasi pada bayi
Kalau menurut gambar diatas baik A,B,C maupun D adalah hal yang sama2 paling sering dialami oleh Dhafin.
Apalagi anaknya aktif banget dengan riwayat biang keringat yang berlebih.
Jadi, terkadang kasihan lihat mukanya yang terlihat bintik2 kecil merah di atas dahinya. Atau seperti sayatan luka kecil bekas garukan kalau kebetulan Dhaff sudah tidak sabar dengan gatalnya mungkin ya.

Dan setelah kutelisik, penyebab iritasi Dhafin itu diantaranya adalah :
Penyebab iritasi pada bayi

1. Kotoran dan Debu
2. Paparan sinar matahari
3. Popok dan
4. Sabun

Sebagai upaya pencegahan iritasi dari kotoran dan debu serta paparan sinar matahari aku mulai lebih sering mengganti pakaian dhafin ketika kulihat keringatnya mulai banyak. Jadi bikin banyak cucian menumpuk sih. Tapi tak apalah demi kondisi pakaian dhafin yang aman dan nyaman ya. 
Selain pakaiannya yang kujagai, tempat bermainnya pun kubatasi. Karena anakku suka sekali main bola di luar rumah meski panas2, papahnya berinisiatif untuk menutup teras dengan kanopi. Itupun sekarang lebih banyakan main di dalam rumah daripada di bawah kanopi :)
Sedang untuk popok dan sabun. Aku mencegahnya dengan mencari referensi sabun dan popok yang nyaman dan sesuai dengan kondisi kulit Dhafin.
Alhamdulillah, saat browsing aku menemukan #LactacydBaby sebagai referensi.

Pemakaian pertama, Dhafin sudah sangat suka duluan dengan aromanya.
"Enak" ucapnya sambil tersenyum ketika aku menyodorkan lactacyd baby ke badannya.

Dan tak hanya itu, sabun ini juga memiliki keunggulan sebagai berikut :
1. Lactacyd Baby merupakan brand internasional yang sudah terpercaya untuk menjaga kulit bayi dari iritasi ringan.
2. Kandungan alami dari ekstrak Susu serta formulasi dengan pH yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi.
3. Lactacyd Baby telah teruji secara dermatologi dan dapat digunakan setiap hari.
4. Hasil yang nyata setelah menggunakan Lactacyd Baby.

Sejak menggunakan sang #BabySkinExpert ini alhamdulillah keluhan gangguan pada kulit Dhafin menjadi semakin berkurang.
Sudah jarang bahkan hampir ta pernah lagi mendengar keluhan Dhafin tentang gatalnya di bagian ini itu anu dan segala macam tempat dibagian tubuhnya.
Sehingga aktivitasnya tidak pernah lagi terganggu.
Iritasi pada bayi
Terimakasih lactacyd. Kini anakku jadi aman dan nyaman menjalani aktivitasnya bersamamu.







Monday, 2 October 2017

Menjadi pribadi yang lebih bermanfaat dengan LAZISBA

20:53 5 Comments
Rasulullah pernah bersabda bahwa ada 3 amalan yang tidak akan pernah terputus pahalanya meskipun kita meninggal dunia. Tiga amalan itu adalah : 
1. Shodaqoh jariyah
2. Ilmu yg bermanfaat dan
3. Doa anak yg sholeh
Nah, kebetulan pada artikel ini aku akan membahas soal amalan yang pertama. Yaitu shodaqoh jariyyah.

Shodaqoh jariyyah adalah shodaqoh berupa amalan sedekah yang berkelanjutan manfaatnya.

Contohnya : Sedekah yang kita berikan untuk membangun masjid, tanah wakaf untuk membangun musholla/tempat pendidikan, bahkan ketika menanam pohon dipinggir jalan yang manfaatnya bisa diambil oleh orang2 yang lewat seperti untuk tempat berteduh dan buahnya bisa dibagi-bagikan juga menjadi sebuah amalan jariyyah meski kita sudah meninggal loh. (Ini ngutip kalimat pak Uztad ya).

Jadi, banyak amal yang bisa kita lakukan sebagai shodaqoh jariyah kita kan ya?

Berkenaan dengan shodaqoh (sedekah dalam bahasa indonesia) ini. Mungkin ada sebagian dari kita yang masih bingung untuk penyalurannya.
Sedekah ini bisa di berikan ke keluarga terdekat dulu ya kalau semisal ada. Karena Allah selalu menekankan pada yang terdekat dan ada di sekitar kita dahulu. Setelah itu baru bisa kita salurkan ke panti-panti asuhan. Atau bahkan di masjid.

Salah satunya adalah Masjid Baiturrahman Semarang. Dimana terdapat badan amil khusus yang menangani zakat, infaq dan sedekah dibawah pembinaan Yayasan Pusat dan Pengembangan Islam Masjid Raya Baiturrahman atau yang disingkat menjadi LAZISBA. 

Lembaga ini mempunyai tujuan untuk membantu mengatasi kesenjangan sosial ekonomi masyarakat, menjaga harkat dan martabat mustahiq, mengentaskan kemiskinan dan memberikan bantuan pada anak yatim piatu.

Pengurusnya pun jelas. Dari pengawas syariah, pengawas keuangan, ketua, waka, sekertaris dan bendahara semuanya ada. Yang dari pengurus tersebut garis komando akan dilanjutkan kepada beberapa menejer yaitu menejer operasional, marketing, general admin dan Sabab (satuan pembina umat LAZISBA) sehingga dana yang masuk bisa termenej dengan baik.
Sumber dana tersebut berasal dari :
1. Zakat, infaq dan shodaqoh
2. Dana CSR (Corporate Social Responsibility) alias dana bantuan dari perusahaan.
3. Dana Program yang diberikan melalui penawaran program khusus (seperti beasiswa, maksum, waqof, dll) kepada donatur dengan perjanjian jangka waktu tertentu.
Program ini meliputi 4 bidang yaitu bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan kepemudaan.

Beberapa kegiatan yang sudah menggunakan program peduli (perhatikan, dukung, libatkan) dari LAZISBA diantaranya adalah :
Pengobatan gratis, Pembagian sembako, home industri keripik, usaha pembuatan tempe dll.
Beberapa kegiatan program peduli dari LAZISBA
(Photo credit : Lazisba) 

Dokumen : Lazisba


Dan saat ini LAZISBA sedang membutuhkan banyak donatur karena sudah punya 150 anak asuh 8 mahasiswa yang di biayai, 2 panti asuhan, 3 TPQ dan 1 ambulan gratis.

Nah, bagi yang tidak bisa menyalurkan Zakat, Infaq dan Shodaqohnya secara langsung, mungkin yang bisa kita lakukan adalah menjadi duta zakat.
Yaitu relawan yang membantu pihak LAZISBA memberikan informasi kepada masyarakat seperti yang aku lakukan ini.
Bagi yang membutuhkan info lebih detail bisa Call di 085100999774.

Adapun nomer rekening untuk menyalurkan bantuan bisa dikirim ke sini ya :
BSM 0500217029 
CIMB Niaga Syariah 5350100068007 
BNI Syariah 0268583724 
Bank Jateng Syariah 5031000799 

Mau jadi duta zakat juga? Bisa gabung di :
Sobat Zakat Lazis Baiturrahman 
FB / Fanspage : Lazis Baiturrahman 
IG / Twitter @lazisba 
Call center : 085100999774 yaa..

Mari, jadi pribadi yang lebih bermanfaat dengan LAZISBA.

Salam.





Sunday, 1 October 2017

Bintang Jatuh Pertamaku bersamamu!

01:43 8 Comments
"Hei. Tutup matamu. Masukkan tanganmu kekantong sekarang! Dan Berdoalah. Cepat!" kata lelaki yang berada di sampingku ini.

 Aku memundurkan langkah. Menghindari tangannya yg seolah hendak menutup mataku mengiringi perintahnya tadi. Aku melihatnya sedang komat/it. Entah kenapa. Meski aku tidak tahu maksudnya. Aku memasukkan tangan ke kantong celana, menutup mata dan mengucapkan satu doa terbaikku!

 "Ehhh, tapi kenapa?" aku segera bertanya setelah membuka mata. "Ada bintang jatuh" sahutnya sembari mengangsurkan senyum dan mengarahkan telunjuknya ke langit. 

"Jadi apa permintaanmu?" tanyanya kemudian. "Adda deeeh" jawabku. "Yasudah deh kalau gak mau jawab. Tapi kamu mau tahu gak permintaanku?" tantangnya. Aku hanya bergumam dan menganggukan kepala pelan. 
"Aku... aku mau kamu jadi pacarku!" "Ow, wong edan!" balasku sambil memelototkan mata. Dan jadilah derai tawa yang panjang dari kami di malam itu. Tawa lepas dari dua orang yg baru mengklaim sebagai teman senasib seperjuangan dalam dua hari ini.

 Bagaimana tidak senasib. Ini adalah semester pendek dimana kebanyakan mahasiswa menghabiskan waktu liburannya dirumah. Aku? Ah jangan ditanya. Di rumah selalu jadi hal yg membosankan. Jadi harus cari alasan biar liburan kali ini tidak perlu pulang. Meski itu adalah semseter pendek tahun pertama kami berdua. 

 Entah kenapa. Sesampainya di kamar, kata2 itu seperti terserap cepat ke dalam otakku. Mengalirkan aliran darah yang terasa berbeda hingga berhasil membuat satu lengkungan simpul di bibirku setiap kali mengingatnya. Bisa dikatakan sedikit membuatku (ehm) berbunga-bunga.

 Dan sosok itu kembali datang di hari-hari berikutnya. Seperti tahu jadwal matkulku tanpa kuberitahu. 
"Nah kan. Ketemu lagi!" katanya tiba-tiba dari balik pintu kantin. 
 "Ish. Kamu ngikutin aku ya?" 
"Engga. Cuman dari jauh aku sudah bisa mencium penampakanmu" 
"Yeee emangnya aku makhluk dunia lain. Kok dibilang penampakan?" 
"Iya. Emang bener. Tapi kamu penampakan makhluk  yang bikin duniaku jadi lain maksudnya. Ehhhh, jadi apa nih jawabannya?" 
"Jawaban apaaan?" 
"Jawaban yang pas kita lihat bintang jatuh itu tuh?" 
"Jawaban apa? Gak ngerti aaah" jawabku sambil melangkahkan kaki dan berlalu. 

Ah aku tentu saja belum siap untuk menjawab pertanyaan itu. Baru juga belum ada setahun aku kuliah disini. Belum banyak pula temanku. Bagaimana kalau dia nanti memanfaatkanku dan membuat kuliahku jadi berantakan? Aaah, gak mau aah. Aku ingat pesan Bapak untuk kuliah cepat. Segera menyandang gelar sarjana seperti yg selalu beliau ucap.

 Hmmm ya. Tekadku sudah bulat. Besok kalau dia datang kembali dengan terang2an akan kukatakan TIDAK. 

 Dan pagi ini di Kampus aku dengan sengaja menunggunya. Menunggu untuk memberinya kepastian bahwa aku tidak ingin jadi pacarnya. Tapi entah mengapa tak kulihat sosok dirinya hari ini. "Baiklah, mungkin dia tidak ke kampus hari ini" gumamku menghibur diri. Ada perasaan sedikit kecewa tidak bisa menemukannya seperti biasanya. Sosok yang bisa membuatku tertawa juga berbunga. Yang mampu menghadirkan rasa yang tidak pernah aku miliki sebelumnya. Pun hari-hari berikutnya. Berikutnya. Dan berikut-berikutnya lagi. 

Entah sudah untuk keberapa kalinya aku melongokkkan semua indera. Mencoba mencari sosok yang sanggup menjejali pikiranku dengan namanya. Untuk yang pertama kalinya! 
 Namun jawabannya tetap sama. Lelaki itu tidak pernah lagi menampakkan batang hidungnya. 
Demi menjawab rasa penasaranku. Aku pun memberanikan diri pergi ke kontrakan cowok tempat yang pernah kulihat dia ada di sana bersama teman-temannya.

 "Owh, Andre? Kamu cari Andre?" selidik lelaki di depanku ketika kusebutkan nama yang sama dengan yg disebutkannya itu tepat di mukanya. "Iya" sambarku dengan cepat. 
"Kamu tidak tahu? Andre meninggal seminggu yang lalu. Kecelakaan ketika hendak pulang kerumahnya".
Aku lemas seketika. Kalau tidak ingat sedang berada dimana mungkin aku mau pingsan saja. 
Aku berjalan dengan gontai meninggalkan rumah kontrakan. Menyisakan satu penyesalan. Seandainya kejadian bisa diulang. Mungkin doa yang aku panjatkan tak lain dan tak bukan adalah aku ingin mengijinkannya menjadi lelaki pertama yg memasuki kehidupanku. 

Aaah, RIP andre. Semoga engkau tenang disana. Jika suatu saat aku melihat bintang jatuh lagi. Mungkin namamu yg pertama kan kusebutkan. Agar engkau hadir di mimpiku dan melihatmu tersenyum seperti yang selalu kurindukan.


Sunday, 24 September 2017

Sekelumit cerita dari Pantai Karang Jahe-Rembang

08:02 10 Comments

Hai...hai..hai... rasanya ceria banget nih yang habis refreshing ke pantai. ((Pantai)) gitu loh. Secara uda berapa tahun sih ga ke pantai. Hihihi.
Ngemeng2 soal pantai, dulu jaman aku muda *sok tua apa ketuaan ni ye*. Pantai identik dengan orang2 yg stress. Lha? Iyaaa. Pantai itu tempatnya orang bermasalah untuk melampiaskan perasaannya.
Caranya? Gampang aja. Tinggal teriaak sampai berasa tergulung ombak. Biar ramai. Biar mengaduh sampai gaduh. *halah*
Jadi dulu kalo ada yg sedang patah hati atau stress dikejar2 deadline skripsi yg ga kelar2 (karna emg ga dikerjain). Biar keren kita perginya ke pantai. Haaahaha...

Hmmm, malah jd ngebahas masa muda ya. Tp gpp masih nyambung dengan yg bakalan aku tulis kok.

Pada paragraf diatas aku cuman ingin menggambarkan dimana pantai saat dulu itu fungsinya cuman buat pure refreshing. Menikmati keindahan alam. Sembari bercengkrama dengan pacar eh keluarga atau sekedar berlari2an mengejar ombak, mencari kerang2 lucu atau membuat istana pasir. That's all.

Nah, seiring berjalannya waktu. Pantai tidak hanya sekedar sebagai tempat refreshing dengan fungsi yg sudah aku sebutin tadi loh ya. Pantai mulai dipermak sedemikian rupa sehingga menjadi obyek wisata menarik yang juga bisa diandalkan untuk menopang perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Salah satunya adalah pantai karang jahe yang "tidak sengaja" aku kunjungi hari kamis (21/9) kemaren.

Kebetulan saat itu aku dan keluarga bermaksud mengunjungi saudara di Lasem yg barusan melahirkan. Nah entah kenapa tiba-tiba lelaki kecilku ikutan merengek ke ayahnya buat renang. Jadikan emak fakir piknik gini bisa bebas nyuri kesempatan, buat ikutan menuhin hasrat buat refreshing dunk ya. Haaahaa.

Dan setelah browsing, terdapatlah satu nama pantai yg lokasinya tidak jauh dari kami. Yaitu pantai karang jahe yg letaknya antara Rembang-Lasem. Atau lebih tepatnya di desa punjulharjo. Searah dengan perjalanan kami pulang.
Lokasinya mudah ditemukan kok. Tanpa banyak nanya, cukup mengandalkan GPS dari smartphone sang papa, akhirnya kamipun tiba.
Suasana pinggir pantai yang penuh dengan boat karet


Bermain bersama pasir putih nan lembut

Begitu sampai di gerbang pantai kami kena charge sebanyak 10 ribu rupiah untuk biaya parkir dan tiket masuk orang semobil. Masih standard aja kan?

Begitu masuk ke pantai dan mengedarkan pandangan, ada bermacam kesan yang berbeda di pantai ini. Diantaranya adalah terdapatnya banyak sekali pohon cemara. Dan ternyata itu adalah salah satu usaha pemerintah rembang untuk mencegah abrasi. Nah, ga cuman jadi cantik. Tp pantai jd aman dan adem kan ya. Ok fix,tempatnya yang teduh itu jadi kesan pertama.

Yang kedua, pasir putih! Waah, paling suka kalau nemu pantai yg pasirnya sudah bisa dipastikan kelembutannya ini. Waaah, hasrat untuk bikin tulisan ala-ala yg instagrammable langsung nyelonong tanpa permisi deh.


Ketiga, banyaknya wahana permainan untuk pengunjungnya. Disini tak hanya ada kapal ataupun boat karet atau pelampung bentuk bebek2an itu. Tapi kita juga bisa mendapati Atv, komidi putar mini, dan Odong-odong yang bisa disewa 5000 rupiah/anak atau 10.000 rupiah/ orang dewasa untuk sekali putaran.
Gimana? Kamu pengen yang mana?hihihi.
Kalau kemarin sih kita sewa boat karet itu seharga Rp 20.000 sepuasnya.
Bagi yang ingin coba naik ATV harga yang dibandrol sekitar Rp 25.000/15 menit.


Tak hanya itu, buat yg pengen cuman sekedar duduk manis sambil bercengkrama, bisa sewa tikar sambil menikmati es kelapa muda dibawah pohon cemara. Boleh juga kalau mau sekalian bikin video klip. Syahdu juga kok kayaknya *eh.

Untuk fasilitasnya juga lengkap. Ada area parkir tersendiri diluar pantai. Dan terdapat beberapa kamar mandi/tempat bilas yang menyatu dengan musholla.
Buat yang kelaperan habis mantai dan habis mandi. Tenang, begitu depan musholla ada banyak penjual sosiz yang berjejeran.
Untuk hal ini aku ada kejadian yg menggelitik. Jadi ceritanya waktu habis mandi, lelaki kecilku merengek beli sozis tepat didepan musholla atau masuk kedalam area tempat bilas dan musholla. Oleh sang penjual, satu sosis dijual seharga Rp 2.500. Kalau beli 3 harganya jadi Rp7.000. Jadilah aku beli 3 sekalian.
Eh, lakok waktu eyang (mertuaku) beli di luar area bilas harganya cuman Rp6000/3tusuk. Nah lo???
Hmmm, itu kan bikin nyesek kan kan kaaan?
Tapi abaikan deh yaaa.. so far so good lah buat pantai yg satu ini. Recommended banget buat yg ingin ke pantai bukan sekedar mau mantai.




Salam.



Thursday, 7 September 2017

PADA SEBUAH TANYA YANG TERPENDAM JAWABNYA

03:17 12 Comments


Aku sudah tak ingat, untuk keberapa kalinya kau datang.
Menawarkan sejuta bahagia yg masih selalu saja kugantungkan. Hingga akhirnya, disuatu senja kaupun bertanya :

"Aura, mana yang kamu pilih? Menjadi setangkai bunga yang bersinar indah berada dalam pot keemasan. Atau menjadi setangkai bunga yang tumbuh liar di perkarangan?"

Aku mengernyitkan kening. "Pertanyaan aneh" batinku. Tapi seperti mengaca dengan dua perumpaan itu, maka aku memilih jawaban yang kedua.

Dan tanpa kumengerti, itu sama artinya dengan kepergianmu dari sisiku dengan tiba-tiba.
Beranjak untuk tak lagi hadir di kehidupanku seperti biasanya. Kenapa? Sebegitu pentingkah jawabanku berpengaruh di hidupmu?

Ah, andai kau tanya alasanku saat itu.
Aku pasti dengan gamblangnya akan menceritakannya kepadamu.

Menjadi setangkai bunga cantik di pot keemasan yang indah dipandang. Siapa yg tidak mau? Menjadi pujaan setiap mata yang bertandang. Tak hanya menghabiskan waktu sekerjap sekerlingan. Tapi berulang2?

Siapa yang tak mau menjadi bunga yg diistimewakan? Disirami tepat di setiap waktu dengan penuh kasih sayang? Dipamerkan dan dibanggakan ketika sedang bermekaran?
Siapa juga yg tak inginkan tumbuh dengan cantik karena tangan2 yg telaten memberikan perawatan?

Tapi tahukah kamu? Mengapa menjadi bunga indah dalam pot tak kujadikan pilihan. Karena sejujurnya aku tidak suka dikekang. Aku ingin melihat banyak hal yg lebih indah diluar sana yang bisa aku dapatkan. Aku ingin menjadi bunga yg tumbuh apa adanya di perkarangan. Yang tetap berusaha hidup dengan caraku sendiri bukan yg oranglain inginkan. Tapi kupastikan kukan usahakan yg terbaik agar bisa bermekaran, jauh lebih indah dari bunga yg ada di pot keemasan.

Dan asal kau tau satu hal, aku ingin jadi liar dipekarangan. Karna aku tau, aku akan menemukan seseorang yg akan membuatku jadi indah dengan ketulusan. Bukan dengan topeng kemunafikan.

Dan kamu tahu? itu bisa jadi adalah kamu yang aku harapkan. Ketika pada akhirnya, di ujung pertemuan aku mulai menemukan kenyamanan.

Namun sayang, engkau menghilang sebelum mendengar semua pikiran yg hendak kuutarakan. Engkau pergi sebelum aku mengatakan semua alasan. Jawaban dibalik pilihan.

Ibarat sebuah bunga, aku pun layu sebelum akhirnya berguguran.

Dan dalam lubuk hatiku yang terdalam aku selalu ingin bilang "tak maukah lagi kau kembali datang dan memberiku kesempatan?"




07.09.17
rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog