Friday, 26 April 2019

Sudah menikah masih tinggal serumah dengan orangtua? Ini suka dukanya!

08:26 0 Comments
Apa sih yg terbayang ketika membaca judul artikel kali ini?
Mungkin akan ada yg berpikiran : "Enak kali ya,  masih serumah. Ada yg bantuin momong dan bla...blaa...blaaa..."
Atau ada juga mungkin yang bilang : "Hmmmm, apa enaknya? Apa-apa ada 'pihak ketiga' ketika sedang ada "masalah".

Nah sebagai salah satu pelaku yang "masih" tinggal bersama orangtua, mungkin artikel ini bisa kasih kamu gambaran ya.

Kalau ada pertanyaan : " Kenapa sih dulu memilih tinggal di rumah ortu?" Beqlah sodagar... akan aku ceritakan kronologisnya 😁

Jadi waktu itu ceritanya aku sudah akan mengikuti program dari salah satu dosen tempatku kuliah.
Program itu adalah memberi les bahasa inggris untuk penduduk di Karimun Jawa. Sebagai proyek tourism kerjasama dengan dinas pariwisata (kalau tidak salah).
Aku ikut mendaftar dan sedianya akan segera diberangkatkan ke karimun jawa.
Namun tiba2 ada telepon dari kakak perempuanku yang intinya memintaku untuk kembali kerumah. Mengingat orangtua yang makin dimakan usia. Ya maklum aja, namanya orang tua pasti lebih cocok dengan anak perempuannya. Daripada menantu perempuannya. Yekan?
Jadi, ya sudahlah. Mungkin takdir tuhan juga yg membuatku harus menjalani ini smua. *apaseh?


Sunday, 14 April 2019

Resep "ajaib" mengatasi batuk pilek pada anak bayi usia 7 bulan

09:01 19 Comments
Obat batpil pada bayi

Sebulan kemarin baby than (7 m.o), anakku, mengalami batuk pilek yg gak sembuh-sembuh. Bukan lagi hitungan hari. Tapi minggu. Tepatnya 3 minggu.

Awalnya memang karna tertular orang serumah. Ya namanya bayi yekan. Gampang banget terserang virus pastinya.
Kebetulan kakak, papah dan eyangnya yg sehari2 "momong" lagi kena batpil juga. Makanya baby than jadi ketularan.
Wajah "melas" baby Than dibawah ketiak eyangnya😥

Dalam waktu 3 minggu itu aku bahkan udah ke dokter 4 kali loh. Karna takutnya ada alergi secara riwayat keluarga papahnya yg memang alergian. Jadi manut aja waktu dikasih obat anti biotik meski sebenarnya sering banget baca kalau common cold gitu gak perlu minum anti biotik.
Tapi karna uda terlanjur panik. Gara2 ga sembuh2 akhirnya luluh juga waktu dokter anaknya nyodorin AB.
Dalam rentang  visit ke dokter selama 4 kali berturut-turut kayak naik kereta api itu, baby Than sempat mendapatkan suntik manthoux karna takut kalau ada TB sebagai diagnosa awal dokter. Selain suntikan, baby Than juga harus masuk ruang fisioterapi untuk disinar.

Selama 4 hari baby than di kasih sinar infra red buat ngeluarin grok grok di tenggorokannya.

Berhasil?
Alhamdulillah sempat sembuh juga.
Meski grok2 nya masih tetap halus dan nyaris tak terdengarrr *kok kaya iklan mobil kijang jaman dulu ya*😄
Proses suntik manthoux ditangan sebelah kanan. Alhamdulillah hasilnya negatif. Diketahui dari tidak adanya benjolan pasca suntikan.

Batuknya juga frekuensinya udah mulai jarang.

Tetapi namanya virus ya. Gak bisa dimatiin. Eh qodarullah. Baru lima hari sembuh, kakaknya yang siang itu pulang sekolah dalam keadaan demam dan batuk. Keesokan paginya, baby than ikutan juga tertular. Hhhh. Yasudah deh, mulai siaga satu kalo malam. Jagain dua anak yg sedang terpapar batuk dan demam. 

Tiga hari belum sembuh, ke dokter lagi. Dikasih Anti biotik lagi. Hiks.

Sampai pada akhirnya aku nemu satu postingan di instagram tentang batuk berdahak.

Postingan itu diambil dari akun dokter yang terkenal dengan #jurussehatrasulullah nya atau sering disingkat dengan #jsr.

Dan dari postingan itulah, aku menemukan "jurus ajaib" mengatasi batuk pilek berdahak untuk anakku yg kebetulan pada saat itu selain batpil, tiap malam badannya juga demam.

Adapun resep itu adalah : air, jahe plus madu! Sesimpel itu.

Cara membuatnya : rebus air ditambahkan dengan jahe selama 2 menit. Angkat. Tuang di gelas. Setelah hangat-hangat kuku, tuangkan madu asli (takaran sesuai selera). Lalu minum.

Hasilnya? (Karena untuk anak bayi, jadi aku yang minum)
Pasca nenen, baby than muntah. Semua yg ada di perutnya keluar.  Waktu dibersihin muntahannya, tiba2 dia muntah lagi. Karna sudah tidak ada makanan yg tersisa. Jadi yang keluar adalah riak2 yg ada di tenggorokannya.
Dan alhamdulillahirobbil alamiin. Biindznillah, pasca muntah, badannya yg sedang demam waktu itu. Langsung adem dem dem dem.

Papahnya yg dari pagi udah panik dan mengajak untuk periksa di hermina sama dokter langganannya pun jadi bisa bernafas lega.

Gak hanya itu, batuknyapun frekuensinya sudah benar-benar jadi jarang. Paling sehari satu sampai dua kali (biasanya pas bangun tidur pagi dan siang). 

Akhirnya, aku rutin mengkonsumsi jahe plus madu. Alhamdulillah, perlahan-lahan batuk baby than sudah tak terdengar lagi. Allahu akbar!

Sejak itu, aku jadi sering ngepoin instagram akun dokter zaidul akbar yang terkenal dengan hesteknya #jurussehatrasulullah atau #jsr.

Itulah tadi sharing pengalamanku ketika aku menemukan cara ajaib untuk mengatasi batpil pada bayiku.
Semoga bermanfaat ya. Mengingat saat ini batuk pilek ini memang sedang musim sekali menjangkiti. 
Bersama dokter zaidul akbar lah, aku mencoba untuk ikut kembali menggunakan #produkprodukAllah untuk mereset tubuh agar fit kembali seperti sedia kala.
Doain istiqomah yaaaa. Aaamiin aamiin ya robbal alamiin.

Salam.



Sunday, 17 March 2019

Cara mengurus STNK yang hilang

08:22 25 Comments

Beberapa waktu yang lalu atau tanggal 25 februari 2019 aku kehilangan kunci kontak motor. Masalahnya bukan hanya kunci kontak yang hilang. Tapi juga stnk di dalam dompet aksesori yang menjadi gantungan kunci. Hhh...

Urusan  kunci motor ndilalahnya masih ada kunci serepnya sih. Tapi kalau stnk? Hhmmmm tentu saja harus mengurus surat kehilangan dulu sebagai proses awal mengurus STNK yg baru kan ya.

Baiklah. Mau gak mau, suka gak suka akhirnya ke Polres Grobogan deh untuk mengurus surat kehilangan.

Dan berikut adalah cara mengurus STNK yang hilang :

1. Ke polres grobogan di Jalan gajah mada (depan SMP N 3 purwodadi)
Setelah sampai di polres. Masuk ke ruang STKP

Ini adalah bagian pelayanan terpadu. Lokasinya sekitar 200 meter dari pos pertama ketika kita masuk ke polres. 
Tempat ini adalah dimana kita akan mengurus surat keterangan kehilangan.
Adapun administrasi yg harus dibawa : KTP asli pelapor, FC BPKB dan FC KTP pemilik motor (yg namanya tertera dalam STNK).
Nanti dari sktp, kita akan mendapatkan selembar kertas keterangan kehilangan yang dipergunakan untuk mengurus surat bukti bahwa motor kita tidak sedang terlibat kecelakaan di bagian sabara.


Selanjutnya, 


2. Ke bagian sabara minta surat keterangan bhwa motor tdk melanggar/terlibat kecelakaan.


Tempatnya di polres gedung bagian tengah. Belakang ruangan pembuatan SIM.


Yang perlu dibawa adalah surat keterangan kehilangan dari sktp yg uda di fotocopy, fc bpkb dan fc ktp pemilik motor dan pelapor.



Lalu,


3. Ke reserse


Disini kita perlu membawa fc surat laporan kehilangan, fc bpkb, fc ktp pemilik motor dan pelapor.

Hasilnya adalah berupa selembar kertas bahwa motor kita bukan motor curian.

Selembar kertas itu juga sekalian buat acuan sebelum urusan di tahap berikutnya. Yaitu : bikin iklan!

4. Ke toko Laris
Toko ini terletak di depan alun2 purwodadi (pojokan) Arah ke blora/grobogan.

Ketika mengurus surat kehilangan stnk di polres, kita tidak perlu merogoh kocek sepeserpun. Tapi untuk membuat iklan baris, biayanya adalah lima puluh lima ribu rupiah. Untuk pengiklanan di radio dan koran. 
Bukti yang kita bawa adalah surat keterangan kehilangan, FC bpkb, FC KTP pemilik motor dan KTP asli kita (untuk dicocokkan) dengan nama yg tertera pada surat kehilangan.
Dari Laris, kita mendapatkan bukti berupa kwitansi pembuatan iklan di koran dan di radio Cafe FM.
Untuk kwitansi ini tidak bisa kita ambil langsung. Tetapi menunggu satu hari dulu

Nah, setelah urusan iklan beres. Paginya kita langsung bisa mengurus pembuatan STNK yang biayanya sekitar seratus lima belas ribu rupiah.

Hmmm, ribet gak sih? Makanya one lesson to learn. Don' t be careles *toyor diri sendiri*.
Emang cuman dua hari jadi sih. Tapi gak mau mau lagi deh ya.

Semoga pengalaman ini bermanfaat ya.

Salam.

Sunday, 17 February 2019

Gandjel Rel : Komunitas dan Wanita Millenial

18:52 1 Comments

Komunitas dan wanita millenial
Sudah bukan barang baru kalau sekarang bukan hanya pria tapi wanita juga punya komunitasnya sendiri.
Wanita jaman now alias wanita di era millenial ini sekarang tak hanya dituntut untuk bisa 3M (Macak, Manak, Masak) tapi juga harus bisa mengikuti perkembangan jaman di era digital ini.

Lihat saja lapangan pekerjaan sekarang ini. Tak lagi yang harus berseragam. Pagi berangkat, malam baru pulang. Tapi banyak sekali pekerjaan yang bisa dengan cara cukup dikerjakan dirumah. Meski berdaster, sudah banyak sekali wanita yang bisa menghasilkan uang jauh lebih banyak dari para wanita karier diluaran sana. *Luar sana lo yaaa. Bukan disini* (Toyor pala sendiri)

Cukup bermodalkan smartphone.  Tahu penggunaan internet. Syukur2 bisa konek dengan pengoperasian laptop. Jago nulis. Jago foto. Punya blog? Hhhmmm, insyaallah aman!
Lalu, apa hubungannya dengan komunitas?
Dengan komunitas, kita akan mendapatkan jaringan yang kelak akan membantu kita menambah pundi2 keuangan.

Dan berbicara soal komunitas, diantara komunitas yang sudah saya ikuti. Ada satu komunitas yang jadi favorit saya.
Yaitu komunitas blogger perempuan bernama Gandjel Rel atau disingkat GR.

Komunitas dengan slogannya "Ngeblog ben ra ngganjel" ini cocok banget dengan saya yang suka curhat. Hahaha.. Gakpapa lah ya? Saya percaya berawal dari curhat, tulisanpun bisa mengalir indah *halah!🤣😁*

GR ini digawangi oleh 5 foundernya yang pasti sudah tenar dikancah perbloggingan. Yaitu : Mbak Uniek, Mbak dedew, Mbak Rahmi, Mbak Wuri dan Mbak Lestari. Dan anggotanya (yang biasa disebut tidak hanya berasal dari Semarang saja. Contohnya saya yang berasal dari Purwodadi. Alhamdulillah masih diijinkan untuk bergabung di sini (makasih mbak2 founder!)

Kenapa Gandjel Rel?

Kalau ditanya : "Kenapa bergabung di Gandjel Rel?"
Maka saya punya beberapa alasan diantaranya :
1. Saya butuh tempat untuk melatih sekaligus menempa kemampuan saya menulis (ngeblog)

Awal keikut sertaan saya sendiri adalah pada tahun 2017 yang lalu. Dari tetangga sekaligus teman baik saya di komplek batursari, yang sudah menjadi travel bogger ternama. Yaitu mba Vita pusvitasari. Dari mbak vita inilah kemudian saya kenal dengan salah satu founder Gandjel Rel yang juga penulis buku kenamaan. Yaitu Mbak dedew. Alias Dewi Rieka. Pertama tau tulisan beliau dari twit nya. Tentang tips2 kepenulisan waktu itu. Akhirnya sekitar bulan Oktober tahu 2017 saya positif gabung dengan Blogger keren di Semarang ini.

2. Anggotanya ramah dan gampang akrab

Coba deh gabung. Berasa jadi ratu seharian. Karna smua akan dengan ramah menyapa dan menyambut kita. Meski cuman lewat kata-kata.
Dari hal pertama tersebutlah, saya langsung merasa cocok dan berasa menemukan keluarga kedua.

3. Banyak ilmu yang bertebaran di grup WA

Dengan bermodalkan wa grup, saya bisa belajar kepada para senior dan GRes yang sudah lebih professional dan sangat kompeten di bidang perbloggingan. Ada kalanya juga kita saling tukar dan share ilmu bersama. *kalo saya mah bagian yg nyimak aja ya 😂*

4. Banyak event keren yang diselenggarakan

Baik event pribadi. Seperti pelatihan kepenulisan bareng, share ilmu maupun arisan (saya belum sempat ikutan yg ini nih), ada banyak sekali juga event kerjasama dengan beberapa lembaga/company.

5. Bisa update lomba blog yg ada dimana aja

Tapi sampai sekarang baru beberapa lomba yg saya ikuti. Entahlah. Masih minder kalau mau ikutan lomba blog. Pernah menang sekali. Waktu ikut GA nya mbak dian onasis. *alhamdulillah. Rekor🤣😂*

6. Anggotanya perempuan semua 😉

Ya. Namanya komunitas blogger perempuan sih yak. Jadi alhamdulillah 100% anggotanya wanita. Hmmm, enak kan. Jadi bisa bebas curhat apa saja (Yang ini beneran loh. Dari hal apaaa saja bisa diomongin. Tapi ya enak aja gitu. Nyambung dengan kehidupan nyata 😁)

Oiya, Gandjel Rel ini berulang tahun setiap tanggal 22 Februari. Dan sepanjang sejarah tergabungnya saya di komunitas ini, alhamdulillah saya pernah ikut perayaannya yang meriah itu sekali. Disaat ulang tahun yang kedua.

Sedang satu minggu lagi GR kembali berulang tahun yang keempat di tahun ini tapi sepertinya tidak bisa ikut. Karna udah beberapa hari ini sedang batuk. Jadi tidak bisa ditinggal/ diajak. (Maaf yaaa😭)

Harapan untuk GR
Harapan kedepannya semoga Gandjel Rel semakin sukses dengan segala event2 bersama semua anggota-anggotanya. Eksis terus di kancah perbloggingan dunia. Dan terus menjadi komunitas perempuan yg paling bermanfaat dunia akhirat. Aamiin

Selamat ulang tahun Gandjel Rel. Doa terbaikku selalu untukmu 😘😘😘😘

Salam.

#roadto4thgandjelrel #4thgandjelrel #blogchallengegandjelrel

Tuesday, 12 February 2019

GANDJEL REL : Komunitas dan wanita millenial

08:53 0 Comments
Kita pasti sudah seringkali mendengar bahwa manusia itu adalah makhluk sosial. Dimana mereka tidak akan bisa hidup sendiri dan lepas dari makhluk yg satu dan lainnya.
Berawal dari situlah, maka manusia hidup bergerombol dan membuat sebuah komunitas. Komunitas sendiri 
menurut kbbi.web.id artinya adalah :

ko·mu·ni·tas n kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban;

Jadi berdasarkan pengertian diatas. Kalau kita memiliki kelompok untuk berinteraksi maka sudah dikategorikan kalau kita punya komunitas.

Untuk apa kita ber-komunitas? Hmmm jawabannya bisa beragam. Berdasar maksud dan tujuan.

Kebutuhan anak dan peran Ibu

08:39 0 Comments

Menjadi seorang ibu tentu saja adalah hal yang paling membahagiakan. Tapi di balik gelar "ibu", tentu saja ada beberapa konsekuensi yang harus dijalankan. Dan konsistensi untuk harus terus mau belajar.

Konsekuensi sebagai ibu, yang merupakan madrasah bagi putra/putrinya, tentu saja kita dituntut untuk tidak hanya bisa menjadi orang pertama yg bisa mendidik dan mengajarkan banyak hal. Tapi juga harus bisa memberi contoh dan menjadi suri tauladan yang baik di segala bidang.

Sehingga dari konsekuensi tersebut, tercetuslah sebuah keinginan kuat untuk terus konsisten belajar.
Belajar untuk bisa mendidik, mengajar dan menjadi apapun bagi sang buah hati hingga mampu mendorongnya menuju gerbang kesuksesannya kelak. Insyaallah. Aamiin.

Masih ingat bukan? Beberapa hari yang lalu viral sebuah video berdurasi sekitar 51 detik yang berisikan bagaimana seorang murid yang menantang gurunya dengan menarik kerah sang guru ketika ditegur untuk tidak merokok di kelas. 
Sungguh miris melihat seorang murid, yang notabene juga seorang anak bisa tidak memiliki rasa hormat kepada guru yang kalau disekolah merupakan pengganti kita, yaitu orang tua.

Entah kenapa begitu membaca kabar tersebut via medsos, saya merasa miris. Dan langsung mengaca. Adakah ajaran yang salah yang kita ajarkan kepada anak2 kita? (Disini yang saya pikirkan adalah diri saya sendiri. Apa yang perlu saya ajarkan kepada anak saya agar kelak dia mendapat lingkungan yang baik dan punya moral yang baik untuk diri, lingkungan dan sesamanya?)

Sejenak termenung, tiba-tiba saya seperti menemukan air di padang pasir ketika menemukan beberapa buku parenting hadiah dari kakak saya di rak buku tepat di depan meja saya.

Dan berikut beberapa hal yang mungkin bisa jadi sebuah "catatan" untuk diri saya sendiri tentang bagaimana "perlindungan" yang bisa dilakukan untuk mencegah pergaulan yg buruk untuk anak2 kelak (aamiin)

Tentang kebutuhan anak
Dalam buku yang ditulis oleh Miftahul Jinan ini, tertulis : 

1. Kebutuhan kedekatan psikologis antara orang tua dan anak.

 "Salah satu kebutuhan terpenting yang harus dipenuhi secara lahir adalah kelekatan psikologis dengan ibunya"
Kelekatan ini diperlukan untuk membentuk kepercayaan anak kepada orang lain, merasa diri diperhatikan dan menumbuhkan rasa aman.

Hak pelekatan ini bisa dilakukan semenjak bayi. Bahkan ketika masih berupa janin masih dalam kandungan. Dengan mengajaknya berbicara sembari mengelus perut.

2. Kebutuhan akan rasa aman.
Seorang anak membutuhkan lingkungan yang bisa menjamin rasa amannya. Lingkungan yang berubah2 dan tidak stabil akan sangat berbahaya bagi perkembangan emosi bayi. Dan seorang anak dengan emosi yang tidak stabil dan meledak-ledak merupakan bibit bagi munculnya moral yg tidak baik.
Source : pixabay
3. Kebutuhan akan fisik dan mental
"Seorang ibu yang sering menatap mata anaknya, mengelus, menggendong, berbicara kepada anak dan bercanda saat anak tersebut di bawah usia 6 tahun akan mempengaruhi sikap bayi menjadi anak yang gembira, antusias mengeksplorasi lingkungannya dan menjadikannya anak yg kreatif."

Sikap orang tua yang menerima anaknya (penuh kata cinta, sayang, dorongan, pujian, ciuman, elusan di kepala, pelukan dan kontak mata) membuat anak merasa disayang, dilindungi, dianggap berharga. Sehingga akan membentuk kepribadian yang pro-sosial, percaya diri, dan mandiri namun sangat perduli dengan lingkungannya.

Peran Ibu 

Dari tiga kebutuhan anak yang harus dipenuhi oleh orangtua seperti yang tertulis di buku berjudul "Aku wariskan Moral bagi Anakku" oleh Miftahul Janan diatas.
Jelas tertulis bahwa orangtua disini titik beratnya adalah Ibu. Jadi ibu memegang peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan anak.
Karena kita tidak bisa menjaga sikap orang lain kepada kita dan anak2. Yang bisa kita lakukan sebagai ibu disini adalah mengajarkan bagaimana cara anak bersikap. Dengan memenuhi dulu semua kebutuhan anak. Yaitu kebutuhan mereka akan kelekatan psikologis,fisik, mental, rasa aman dan nyaman. Sehingga anak akan memiliki integritas sendiri, dan memiliki prinsip yg kelak akan mereka pegang sebagai pondasi kuat bagi mereka untuk bisa melindungi diri. Termasuk dengan membatasi lingkungan pergaulan yg dirasa tidak cocok dan nyaman untuk mereka sendiri.
*aamiin*


Salam.

************
Tema 3 : Perlindungan Anak
#blogchallengegandjelrel #4thgandjelrel #roadto4thgandjelrel







rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog