Saturday, 21 January 2017

4th Day Challenge : E dan R

08:43 4 Comments

Sudah hari ke empat dari #10DaysKF, nih. Dan untuk hari ini, "Tanpa menyebutkan nama, coba ceritakan bagaimana pertemuan pertamamu dengan si Dia". Jadi boleh dunk judulnya kita pakai inisial aja ya?. Hihihi.

"Mantanmu adalah kekasihku"

Pernah denger kata itu di bak truk? Aku pernah. Reaksi pertama tersenyum geli. Tapi akhirnya menyadari. Bukankah setiap orang bisa jadi "mantan" orang lain? Kecuali bagi mereka yang tidak pernah pacaran pastinya. Nah, cerita ini mungkin garis besarnya seperti itu. Tapi biar afdhol and ga sawanen, baca dulu dooonk sampai bawah, ya *maksa apa ngancem?*

***

Aku lupa hari itu hari ultahku yang ke berapa. Ibu ingin membuat perayaan kecil-kecilan dirumah. Jangan bayangkan ini sebuah pesta. Karna  yang ada memang hanya sebuah pengajian ibu-ibu komplek dan sekitarnya. Bedanya, aku boleh mengundang teman-teman dekat. Karena ibu akan memasak banyak dan beraneka lebih dari biasanya.
Baiklah. Lumayan daripada lumanyun. Teman dekat juga tak apalah. Yang penting aku bisa ngerayain ultahku dengan happy. Ya’kan?
Akhirnya, teman-ku satu demi satu pun berdatangan. Dan salah satu dari mereka diantar sendiri oleh pacarnya. Kami pun bersalaman dan berkenalan satu sama lain. Bukan hanya denganku tapi juga dengan semua teman yang kuundang. Kami semua berguarau sepanjang acara dengan riang gembira.
Pertama kali lihat pacar temenku sih tidak ada yang istimewa, Karena akupun juga sudah punya seseorang nun jauh disana *ehm*. 
Cuman, pertama kali melihatnya itu seolah mengingatkanku akan sosok kakak sulungku (aku biasa menyebutnya “mas mbarep”—jawa) . Dari tinggi dan berat badannya, model rambutnya juga wajahnya semuanya hamper menyerupainya.
Soal Mas mbarepku ini aku punya cerita istimewa. Jadi, dari kecil aku itu selalu ngefans sama Mas mbarepku. Selisih 13 tahun mungkin membuat sosok masku terlihat begitu dewasa dan bertanggungjawab dimataku. Dan menurut versiku saat itu, dari keempat kakakku Masku mbarep adalah kakak yang paling menyayangiku. Karena dia yang selalu membelaku jika ada salah satu saudara kami yang mengusiliku. Dan yang paling kuingat, dia satu-satunya orang yang tidak pernah lupa untuk menyempatkan pulang dihari ulang tahunku demi sebuah kado kecil dan sederhana yang sudah disiapkannya jauh-jauh hari. Sampai sekarangpun, dia juga yang selalu perduli dan tidak pernah melewatkan episode-episode penting dalam hidupku.
Bagiku dia adalah sosok yang paling mengayomi, penyayang, penuh perhatian juga bertanggungjawab. Untuk itulah dulu aku selalu punya cita-cita punya pasangan yang bisa memperlakukanku seperti yang selalu dilakukan mas mbarepku kepadaku. Karena sebagai anak bungsu, jujur saja aku terkadang bisa lebih kekanak-kanakan dari anak kecil (tapi sekarang sih uda gak lagi, kecuali khilaf), secara keempat kakakku yang baik-baik itu selalu memanjakanku. ^^
Dan  ketika aku bertemu lagi dengan temanku aku bilang pada temanku kalau pacarnya mirip banget kayak Mas mbarepku.
Aku tak tahu entah Tuhan mendengar keinginanku atau memang sudah jodohku. Singkat cerita, dia benar-benar datang di kehidupanku. Berawal dari sms yang kukira nyasar dan ternyata dari dia yang berniat menjalin komunikasi denganku lagi. Akhirnya cerita pun mengalir sebagaimana adanya.
Hingga akhirnya suatu sore di penghujung tahun, dia yang kerja jauh diluarkota datang kerumah untuk menemuiku. Dia datang untuk menanyakan kesediaanku untuk hadir dikehidupannya karena sudah merasa cocok denganku.
Karena aku tidak pacaran, maka kutantang dia untuk memintaku langsung didepan orangtuaku. Tanpa kuduga, sepulang kami pergi bersama, diapun menemui orangtuaku dan berkata bahwa besok dia akan kerumahku lagi bersama kedua orangtuanya. Dan terjadilah pernikahan ini. Pernikahan yang sudah menginjak tahun ke Sembilan untuk kami jalani dan syukuri.
Demikianlah pertemuan pertamaku dengan si dia. Meski tidak seindah cerita cinderella, bagiku ini adalah cerita terindah yang tuhan ciptakan untuk aku dan si "dia".
Bagaimana denganmu?

#10DaysKF with #KampusFiksi







.


Friday, 20 January 2017

3rd Day Challenge : Goals of the year

07:18 4 Comments



Rasanya baru kemarin ini nulis resolusi, tapi berhubung tema Challenge hari ke-3 dari #kampus fiksi masih ga jauh-jauh dari pencapaian-pencapaian yang harus diraih tahun ini. So let's write, gengs..

Berikut lima hal yang ingin aku capai tahun ini :

1. Bisa dapet beasiswa S2
 Yang satu ini sih sebenarnya uda cita-cita dari lamaaa, cuman lom kecapai-capai. Jadi moga-moga tahun ini lah ya, bisa kesampaian juga. Kalopun belum kesampaian insyaallah masih tetep bakalan nulis keinginan yang satu ini dimanapun. Namanya orang berharap ya? Jadi anggap aja tulisan adalah doa. hihihi (aamiin).

2. Bantu ngewujudin cita-cita ibuku buat naik haji.
Ya Allaaah, ini cita-cita ibuku banget dari waktu kecil katanya. Cuman karena masih kerepotan dengan keberadaan kami berlima (mungkin), jadi beliau cuman bisa menunda bahkan memendam keinginannya yang satu ini. Hiks. Tahun ini, meski cuman bisa ngebantu dengan dukungan dan doa buat ibuku agar tetap semangat kobarin niatnya naik haji, insyallah tahun ini pasti dan harus beneran berangkat hajji. *sing penting yakin* Insyaallah. Aamiin.
Jadi inget waktu kecil dulu, pernah janjiinn mau hajjiin ibuku. Tapi entahlah, melihat keadaan yang belum memungkinkan, jadi sementara waktu baru bisa doain ibuku supaya tercapai keinginannya dan nabung sedikit-sedikit buat persiapan yang kecil-kecil. ("Maaf ya Mi, lomsa ngewujudin cita-cita mami yang ini bahkan meski akiu sudah sebesar ini") :'(

3. Punya bisnis sendiri.
Yang ini mah asli disponsori oleh rasa envy liat teman-temen yang sakses dengan bisnisnya. Punya uang sendiri dan ngembangin bisnis pake brand nama sendiri. Wow. Keren banget pastinya.

4. Pengen bisa liburan bareng bersama ortu, keluargaku, keempat kakakku dan keluarganya.
Eh? Ini pencapaian juga gak sih? Kalo menurutku pencapaian sih. Karena bisa nyempetin momen bareng berlima plus ortuku itu sulitnya pakek bangeeeetttt. Tiap lebaranpun jarang banget bisa ngumpul lima-limanya. Hmmm. Pengen banget lah bisa pergi ke luarkota, nginep dihotel/vila/resort trus piknik bareng. Hmmmm. Semoga liburan tahun ini atau pas penghujung tahun bisa kelakon, ya.

5. Bisa sakses menghantarkan anak didikku ke gerbang kesaksesan (eciyyee)
Tahun ini adalah tahun dimana untuk pertama kalinya anak didikku menghadapi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Hwaaaaa, menghadapi empat materi inti aja mereka sulit apalagi harus melalui komputer. Secara background keluarga mereka yang "spesial", sehingga membuat mereka sangat jarang (bahkan tak pernah sama sekali) bersinggungan dengan komputer, maka sepertinya Ujian Nasional tahun ini tantangannya bakal lebih. Tapi sebagai guru yang kece tetep semangat dan optimis dunk ya. Lets do the best. Ganbatteeeeee....

Nah demikian lima hal yang ingin aku capai tahun ini. Ayooooo, apa hal yang ingin kalian capai tahun ini? Samakah denganku?


#10DaysKF
#Kampus Fiksi

Thursday, 19 January 2017

2nd Day Challenge : Tiga hal yang kemungkinan besar akan membuatku histeris

05:59 12 Comments

 pixabay.com

It's my second day challenge from #KampusFiksi nih. Dan tema kali ini adalah 3 hal yang kemungkinan besar akan membuatmu histeris. Wow.  Sebelum gagal paham, ada baiknya menilik arti histeris di Kamus Besar Bahasa Indonesia berikut ini :
histeris/his·te·ris/ /histéris/ adalah bersifat histeria: disambut dengan teriakan --
Ngomong-ngomong soal teriak, menurutku cewek selalu identik dengan teriakannya. *ini menurutku loh ya*. Reaksi spontan pertama cewek adalah teriak. Bahkan bisa dibilang kalo teriak adalah kekuatan utama sang hawa. Aku jadi teringat pernah menemui kejadian unik waktu dikampus. Kami yang serius di kelas listening, tiba-tiba mendapati lampu lab-nya mati. Dan  otomatis tanpa dikomando, hampir semua cewek dikelas kami teriak. Pun ketika suatu hari mendapati salah satu adik kosku yang tiba-tiba berteriak di siang bolong sepulangnya dari kampus. Kami yang terkejut serta merta lari tergopoh-gopoh menghampirinya. Dan apa yang terjadi? Ternyata dia teriak (cuman) gara-gara kegirangan karena "berhasil" mendapatakan balasan sms dari gebetannya. Hahaha.

Dan untukku sendiri, kemungkinan besar aku akan histeris ketika menghadapi tiga hal ini :

1.   Menang undian yang cetar membahana

 Sebagai salah satu anggota kuter, menang undian yang sudah diidam-idamkan adalah satu-satunya impian dan harapan. Bayangin bisa menang hadiah mobil, rumah, gadget even voucher aja sudah ga kebayang senengnya. Apalagi kalo beneran menang undian tersebut diatas yaa. Waaah, bakalan ga berenti deh jejeritannya. Ngalahin serigala dengan lolongan panjangnya di malam purnama ke tujuh belas. Aw, aw, aw.

2. Denger kabar baik tentang diterimanya tulisanku disalah satu kumpulan naskah penulis ternama
Hwaaaa, kalo yang ini mah cita-cita banggeet. Meski modal tulisannya masih rasa remah-remah rempeyek jengkol begini, aku punya cita-cita terpendam loh. Ingiiin pakek banget liat ada namaku dideretan buku penulis ternama di toko buku-toko buku terkemuka. Hwaaaaa, bisa jadi nangis haru yang meraung-raung nglebihin mobil polisi india.  *Ahay, acha. acha*

3. Lihat kecoa!
Semua orang pasti punya phobianya masing-masing kan ya? Nah, demikian juga aku makhluk yang terghaib di negeri Indonesia. =D. Aku paling jijay  sama hewan yang jalannya maju mundur maju mundur cantiiik...cantikk ituh. Palagi yang datangnya tiba-tiba seenak jidatnya sendiri. Nyelonong nemplok di pundak/ rambut orang tanpa permisi. Hwaaaa, bisa setahun ga bakal masuk ketempat itu lagi deh.

Nah, itu semua 3 hal yang kemungkinan besar akan membuatku histeris di #10DaysKF bersama @kampusfiksi. Tuker cerita dikomen, yuks!


Wednesday, 18 January 2017

1st DAY CHALLENGE : Mata teduh penakluk hati

07:58 9 Comments


Aku tahu sosoknya yang biasa saja. Masih kalah jauh dengan orang-orang yang "berusaha" mendapatkan hatiku untuk kesekian kalinya.
Namun, yang aku tahu hanya satu, mata teduhnyalah yang justru memporak-porandakan hatiku. Ya ! Mata teduhnya itu.

Dia bukan sosok yang banyak bicara, tapi aku seolah melihat banyak kata dari balik matanya.
Aku selalu tahu kapan dia sedih, ataupun gembira tanpa perlu mengucap kata. Semacam chemistry yang entah darimana muasalnya. 

Menjadi teman dekat, pemuja rahasia dibelakang semua senyum simpulnya, maupun menjadi pengagum satiap laku dari balik punggungnya, cukup membuatku selalu berbunga.

Sejak itulah aku selalu memasukkan mata teduhnya dalam daftar yg pertama sebelum memutuskan untuk jatuh cinta!

Bagaimana aku tidak jatuh cinta?
Yang pada kerlipnya aku tahu bahwa dia selalu bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
Yang pada binarnya aku tahu bahwa dia sedang berbahagia.
Yang pada redupnya aku tahu dia menyimpan secakup luka, juga kesedihan yang tengah disembunyikannya.

Aku juga bisa melihat bagaimana semua kerlip, binar juga sedikit redup matanya ketika berbicara tentang tuhan.

Aku suka. Selalu suka dengan caranya mencintai Tuhan. Cara yang jauh dari pikiran seorang aku, seorang yang selalu jumawa bahwa akulah hamba yang paling tahu akan firmanNYA dari semua buku yang sudah kubaca sebelumnya.
Ah. Aku malu. Namun seperti biasa, mata teduhnya senantiasa menenangkan. Dan aku semakin jatuh dengan perasaan yang mendalam.

Dialah sang kekasih idaman, dengan mata teduhnya dan juga kecintaannya pada tuhan. Tak perlu membuatku berpikir banyak hal untuk hati ini kutautkan.

Day-1
#10DaysKF with @kampusfiksi





Thursday, 12 January 2017

Keunikan suami dan istri menghadapi anak yang sakit

00:38 0 Comments


Sudah empat hari ini Dhafin (Dhaff) anak kami, sakit. Demam yang selalu mencapai kisaran 39 koma selalu membuat kami panik. Mungkin karena riwayat kesehatannya yg memiliki thypus, maka hak itulah yang membuat suhu tubuhnya ketika demam selalu tinggi. Hmmm.
Berawal dari kepergian kakak dhafin yang tiada karena panas juga. Membuat kami (terutama dan selalunya aku) selalu panik berlebihan ketika dhafin demam. (Naluri ibu kali ya?)
Nah, biar ga stress sembari jagain naknang dikasur, sekalian mau ngamatin keunikan perbedaan cara menghadapi anak yang sakit versiku dan suami, ah. (Penting ga penting yang penting nulis yak. Hihihi)

1. Pasca ngukur suhu tubuh pakai  termometer.
Aku : Langsung ambil kompres, kalo sudah set up, ribut cari obat ke apotik.
Suami : ngadepin kipas angin ke tembok, trus browsing gejala2 yang  sama dengan yang dialamin dhafin di internet (^^)
2. Tata cara memberi obat
Aku : minta bantuin suami buat megangin secara badan dhafin yg besar dan kuat mampu meronta dengan cepat dan ta ayal sering membuatku dan eyang dhafin kewalahan
Suami : dhafin dipegang sendiri, di cangap (dibuka mulut) nya, sekaligus dirayu2 di janjiin beliin mainan. Dan (hei, it works!). Seringkali kulihat dhafin membuka mulutnya dengan tulus ikhlas dan rela. *horee*
3. Sistem jaga
Aku : bisa setiap malam cuman tidur2 ayam. Harus wajib bangun per 4/5 jam buat minumin obat (yg seringnya tidak berhasil itu) dan ngukur suhu per jam nya (takut kalau sampai 40. Dulu, kakak dhafin meninggal ketika suhunya 39,8. Hiks)
Suami : sesekali bangun, pegang kening dhafin, tidur lagi. (Yeah, it's ok laa. Sudah capek dgan pekerjaan kantor ya).
4. Waktu masa demam
Aku : gak sabar buat buru2 pagi untuk periksa ke dokter, mbingungin, ngrecokin misua supaya segera dianter ke dokter. Ujung2nya bingung mau dibawa kedokter siapa. Trus bikin status. Hahahah.
Suami : lebih tenang, siap2, nyiapin mobil, trus nanya : "mau periksa kemana?" *sipp*
5. Waktu anak gak mau makan
Aku : dikit2 nanya mau makan apa trus siapin makanan kesukaan si kecil dari A-Z.
Suami : nyiapin vitamin, ambil piring berisi makanan, nyuapin si kecil sambil membujuk agar mau makan barang sesuap. *iyesss*

(Hhhh, alhamdulillah. Sakit kali ini didampingin suami. Jadi ada partner buat menghadapi  semua. Temasuk bisa nerbitin tulisan yang penting gak penting yang penting nulis ini. ^^') Tak lupa mohon doanya y, agar dhafin lekas sembuh. Yang mendoakan semoga snantiasa diberi kesehatan dan keberkahanNYA. Aamiin. Terimakasih.





Thursday, 5 January 2017

Taman hijau kota Purwodadi , hiburan murah meriah minim biaya.

07:47 2 Comments

Hai..hai...hai...
Liburan tlah usai,nih. Yang kemaren gak kemana-mana jangan bersedih ya.
Kalo butuh refreshing, dapet hiburan sekaligus ga butuh banyak biaya. Hayuyuuuk, ke taman kota saja

Kenapa taman kota?
1. Wilayahnya yang luas, bikin cadas binti puas anti lemas pokonya. *alah*.
Taman yang terletak di tengah kota ini bisa mmudah sekali jangkauannya, jadi mudah sekali akses buat menuju kesananya (a.k.a irit transport).
Ditaman kota ini, kita bisa membiarkan anak-anak kita bebas bermain saking luasnya. Ada taman buat basket, jogging, sepedaan, juga taman bermain yang isinya ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan semacamnya.

2. Tempatnya yang instagrammable memungkinkan kita untuk mendapatkan angle yg bagus buat berfoto ria. Terutama buat kita yang eksis binti narsis. (Kita??? Elo aja kalee, gue enggak!).
Ada banyak sudut yang bagus banget buat selfie, wefie atau grufie.
Tak ayal, tempat ini sering dipenuhi kwrumunan atau gerombolan anak muda beserta gank nya. Ramee sekali, terutama malam minggu.

3. Ga butuh biaya banyak kalo kesana. (Ini yg paling emak2 demen kan yaks? Uhui).
Dengan berbekal duaribu perak buat parkir, bisalah kita masuk ke dalam taman kota ini.
Kalopun mau jajan, tidak ada penjaja makanan yang berkeliaran disana (dompet aman, mak!). Sejauh perjalanan kesana, yang saya temui hanyalah penjual mainan serupa balon dari busa sabun yg warna warni itu.

Meski taman kota yang letaknya di jalan hayam wuruk purwodadi kualitasnya masih sangat jauh dengan yang ada di kota-kota besar. (ya iyalah, namanya aja baru sekelas kabupaten, yak ^^')
At least kita wajib mengapresiasi iktikad baik dari pemkab yang sudah memberikan fasilitas umum bagi masyarakatnya seperti kita ini, donk. Untuk itulah, sebagai salah satu bentuk apresiasi, sudah seharusnya kita bangga dengan yang kabupaten kita punyai dan tentu saja tidak merusak fasilitas umum agar selalu bisa nyaman untuk dinikmati.
Setujuuu kan manteman??

Dari area parkir menuju tengah  lokasi 


area body builder

Kamar mandi

(Masih) di arena body builder

Denah lokasi


Banyak lingkaran taman yang cocok buat selfie

Gazebo

Tempat sampah untuk menjaga kebersihan taman

"Ayooo, ayooo buanglah sampah pada tempatnya, ya..."

Arena paling ramai dikunjungi, area anak-anak



Area favorit Dhafin buat naik-naik

"Prosotan yuks, ahh...."

"Dilarang injak rumput, ya"

"Ayunannya boleh buat dewasa juga apa ya?"


Riuhnya paling terasaaa di area mainan anak ^^'


Sekarang udah ga perlu bingung mau kemana kan, kalo  mau cari hiburan di kala liburan atau wiken tiba? Yuuukss, ke taman hijau kota ajja.




NIAT BAIK YANG TAK JADI BAIK

06:54 0 Comments


Terkadang ada beberapa hal dalam hidup yang menurut kita baik, tapi ternyata itu bukanlah hal yang baik. Ibarat dua sisi mata uang, kebaikan yang kita lakukan justru memberi dampak buruk bagi kita maupun orang-orang di sekitar kita.
Seperti niat baik seseorang yang tetap ingin menjalin komunikasi dengan sang mantan. Mungkin alasan menjalin silaturahmi untuk memeperpanjang umur memang benar. Tapi yakinkah niatnya bisa setulus itu? Kalau memang benar-benar tulus, bagaimanakah dengan perasaan pasangan kita saat ini? Bagaimana jika itu menyakitinya? Sudah benarkah niat baik kita?
Sama juga seperti ketika niat baik kita untuk  memelihara kucing. Sebagaimana kita tahu bahwa kucing adalah salah satu hewan yang dipelihara oleh Nabi. Niat baik untuk memeliharanya jadi tidak baik ketika kucing tersebut mengacak-ngacak tanaman tetangga, mencuri makanan mereka atau bahkan meninggalkan kotoran dimana-mana.

Maka,  bahwa "ternyata" ada niat baik yang tidak selamanya baik. Meski ukuran baik atau tidak baik ini merupakan kuasaNYA. Namun, semoga kita bisa lebih bijak dalam menyikapinya.

rahmamocca. Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog